Author: Atika
Cast:
- Kim Myungsoo [INFINITE]
- Nam Woohyun [INFINITE]
- Lee Sungjong [INFINITE]
- Nam Woojung [OC]
- Kim Hyun Ah [4MINUTE]
- Kim Taeyeon [GIRLS’ GENERATION]
Genre:
Romance, family and school life
Rating: T
“Annyeonghaseyo! Ini adalah fanfiction pertamaku!
Jadi, kalo ada ceritanya yang nggak nyambung, dimaklumi aja yah! Selamat
membaca!!”
“Oppa! Tunggu aku!” panggil Woojung setengah berteriak. Dia mengejar
Woohyun, kakaknya. Jalannya namja itu sangat cepat! Woojung hampir kehabisan
napas mengejarnya.
“Oppa! Harusnya kau menungguku, bukannya meninggalkanku!!” panggil Woojung
lagi. Woohyun pun menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah adik
perempuannya itu.
“Kau ini cerewet sekali! Makanya percepat langkahmu!!!!” balas Woohyun
sinis, lalu kembali berjalan.
“Huh, bukannya kau yang cerewet? Kenapa malah mengataiku cerewet?! Aneh….”
Woojung mendengus sebal. Lalu, ia mengikuti kakaknya dari belakang.
Malam ini, Woohyun akan berkunjung ke rumah Myungsoo, teman masa kecilnya
yang baru saja pulang dari Tokyo. Sebenarnya, Woojung tidak mau ikut. Tapi,
karena oppanya yang merengek kayak anak kecil, minta ditemani oleh Woojung tadi
siang. Eh, sekalinya Woojung malah dimarahi olehnya barusan! Ah, Woojung
menyesal sudah memenuhi permintaan sang kakak!!
(~^_^~)
Ting tong!
Woohyun memencet bel di depan rumah Myungsoo tiga kali. Tiba- tiba, muncul
sosok pria berkulit putih, tinggi, dan bermata sipit. Tampan pula! Mata Woojung
terbelalak melihatnya.
“Ah! Nam Woohyun, Nam Woojung masuklah!” dia mempersilahkan Woohyun dan
adiknya masuk.
“Kenapa dia bisa tahu namaku?” bisik Woojung pada kakaknya.
“Ah, sudahlah! Ayo masuk….” ajak Woohyun sambil menarik lengan adiknya.
Mereka pun duduk di ruang tamu milik Myungsoo. Rumahnya sangat besar!
Bagaimana dia bisa betah tinggal sendirian yah? Tak lama, Myungsoo keluar dari
dapur sambil membawa minuman ringan.
“Woohyun minumlah! Woojung, kau juga…..” Myungsoo menawarkan minuman itu
pada mereka.
Myungsoo terus memperhatikan Woojung sejak tadi. Itu membuat yeoja itu
salah tingkah. Dia pun buru- buru menghabiskan minumannya. Sampai- sampai ia
tersedak! Sang kakak pun menegur Woojung.
“Kau ini minum pelan- pelan dong!” kata Woohyun sambil mencubit lengan
adiknya.
“Ah, mianhae…..” Woojung pun menaruh minumannya di meja dan cepat- cepat
membersihkan mulutnya. Myungsoo tersenyum melihat kejadian ini. Karena sadar
kalau Myungsoo memperhatikannya, Woojung menunduk. Dia jadi malu!
Ah…. Tak terasa sudah jam sembilan malam. Woohyun dan adiknya harus pulang.
“Myungsoo, kami harus segera pulang!” Woohyun pamit pada Myungsoo.
“Ah, tunggu dulu! Aku ada sesuatu untuk kalian berdua,” katanya.
Tak lama, dia kembali dan membawa dua kotak berukuran sedang. Yang satu
berwarna ungu dan dia memberikannya pada Woohyun. Yang biru, ia berikan pada
Woojung.
“Gomawo….” kata Woohyun dan disusul oleh adiknya.
“Ne,” Myungsoo mengangguk.
Keduanya pun pulang menuju ke rumah mereka.
(~^_^~)
“Apa isinya yah?” tanya Woojung penasaran sambil memperhatikan kotak yang
diberikan Myungsoo tadi.
Krieeeek…….
Pintu kamarnya pun terbuka (suara pintunya kayak di film- film horor aja).
Ternyata, kakaknya.
“Eh, kau belum membuka kotaknya?”
“Belum. Aku masih menebak isinya,” jawab Woojung.
“Ah, dasar babo! Daripada penasaran, langsung kau buka saja!”
“Huft…. Oppa, kau dapat apa?”
“Aku? Ini!” jawab Woohyun sambil mengangkat kakinya sebelah. Oh, sepasang
sepatu. Keren sih, warna merah! Sesuai dengan warna kesukaan Woohyun.
“Apa harus kubuka kotak ini?”
“Tentu saja! Kau ini, jeongmal baboya!” balas Woohyun dan menjitak kepala
adiknya. Took!!
“Awh sakit! Aku akan semakin babo kalau kau memukul kepalaku terus!” bentak
Woojung.
“Mianhae….”
Tanpa mempedulikan sang kakak, Woojung langsung membuka kotak itu. Benar
juga sih, yang oppanya katakan. Daripada penasaran, lebih baik dibuka saja
langsung! Daaaann….
Tada! Ia menemukan selimut di dalam kotak itu. Wah, cantik sekali!
“Haa!!! Bagusnya!”
“Hahahaha. Hanya selimut,” sahut Woohyun dengan nada mengejek.
“Oppa, aku tidak sepertimu. Aku adalah orang yang bisa menghargai pemberian
orang lain,” balas Woojung.
“Apalagi, selimut ini diberikan oleh……” Woojung langsung menutup mulutnya.
Woohyun menatap adiknya.
“Oleh siapa? Lanjutkan…..”
“Eh, emm…. Tidak! Sudahlah, aku mau tidur. Keluar!”
“Aaah, kau suka pada Myungsoo yah? Suka pada pandangan pertama!” goda Woohyun.
“Ih, tidak!” Woojung menutup mukanya dengan selimut. Woohyun tersenyum
melihat tingkah adiknya ini.
“Ya sudah, tidur sana..” balas Woohyun sambil mengacak- acak rambut
adiknya. Dia pun keluar dari kamar Woojung.
“Aah, bagus sekali selimut pemberian Myungsoo oppa…..” gumamnya sambil
memeluk selimut pemberian Myungsoo. Haa….. Malam itu Woojung terus memikirkan
Myungsoo!
“Aaah! Kenapa aku ini! Sadar Woojung, sadar!” ujar Woojung sambil memukul-
mukul kepalanya. Hah! Babo!
“Eh, aku tidak bermimpi kok. Selimut ini bisa kupegang….” #hahaha… Dasar
yeoja aneh! *abaikan!!
Hoaaaam.. Terlalu lama memikirkan Myungsoo membuatnya mengantuk. Lalu ia
merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya. Huaah, akhirnya tertidur juga dia!
(~^_^~)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar