Selasa, 14 Agustus 2012

~Be mine for today, tomorrow and forever!!!~ [PART 2]

Author:          Atika
Cast:               - Kim Myungsoo [INFINITE]
                        - Nam Woohyun [INFINITE]
                        - Lee Sungjong [INFINITE]
                        - Nam Woojung [OC]
                        - Kim Hyun Ah [4MINUTE]
                        - Kim Taeyeon [GIRLS’ GENERATION]
Genre:             Romance, family and school life
Rating:           T              
"Annyeonghaseyo!! Aku balik lagi dengan fanfiction 'Be mine for today, tomorrow and forever' PART 2. Cerita di part 2-nya emang agak panjang sih dari yang part 1. Tapi, aku harap reader nggak bosen baca fanfictionku ini. ^__^

“Hei! Lekas bangun!” Woohyun membangunkan adiknya. Mendengar suara oppanya, Woojung langsung terbangun. Dia sangat kaget!
“Hah! Oppa mengangguku tidurku saja!!” ujar Woojung sambil kembali merebahkan dirinya di atas ranjang.
“Hei! Ayo bangun! Aku sudah membuatkan sarapan untukmu?!” Woohyun pun berteriak tepat di telinga Woojung. Karena kesal, Woojung melemparkan boneka yang ia peluk ke arah oppanya itu.
“Arrg! Sakit!” Woohyun memegangi hidungnya yang abis kena lempar! Hahaha!!!
Woohyun pun bertambah kesal dan menarik paksa adiknya menuju ke ruang makan. Woojung meringis kesakitan karena pergelangan tangannya yang kurus ditarik oleh telapak tangan oppanya yang kekar!
“Apa kau bisa melepaskan tanganku???” kata Woojung sambil memukul- mukul tangan Woohyun, kemudian ia menggigitnya.
“Aduh, sakit! Dasar kau ini..!!” Kletok!! Woohyun pun membalas adiknya dengan sebuah jitakan. Woojung kembali meringis sambil memegangi kepalanya yang sakit.
“Duduk! Makanlah sup itu!” Woojung mengerucutkan bibirnya.
“Uh, kau pikir aku anak kecil yang diperlakukan seperti ini?!” keluh Woojung pelan. Sepelan apapun ia berbicara, sang oppa tetap saja masih bisa mendengarnya.
“Apa kau bilang tadi?”
“Eh, tidak! Aku tidak bilang apa- apa....”
“Benarkah? Sudahlah, habiskan sup itu,” suruh Woohyun diikuti anggukan adiknya.
“Eum.... Enak sekali!” gumam Woojung dan segera menghabiskan sup buatan oppanya.
(~^_^~)

Tok!! Tok!! Tok!!
“Woojung, apa kau di dalam?” tanya Woohyun.
Sudah berkali- kali Woohyun mengetuk pintu. Tapi, adiknya tak juga membukanya. Bahkan, beberapa kali memanggilnya. Sang adik pun tidak menjawabnya.
Krieeeekk........
Pintu itu pun terbuka dengan lebarnya.
“Wae oppa?” tanya Woojung.
“Aku akan keluar dengan Myungsoo. Kau berminat untuk ikut?”
“Memangnya kemana?”
“Ah, kau ini cerewet sekali! Mau ikut atau tidak?” Woohyun pun mengulangi tawarannya itu.
“Ish! Ne. Tunggu sebentar! Aku ikut!” Woojung pun kembali menutup pintu kamarnya. Oppanya menunggu di luar dengan Myungsoo.
(~^_^~)

“Mana Woojung? Apa dia tidak ikut?” tanya Myungsoo.
“Dia ikut kok, kenapa kau menanyakannya?” tanya Woohyun ingin tahu.
“Eh, emm. Tidak apa- apa,” seketika wajah Myungsoo memerah. Ia menunduk sebentar dan tersenyum pada Woohyun. Sedangkan Woohyun merasa aneh dengan sikap Myungsoo yang tiba- tiba menanyakan adiknya.
Kletok.... Kletok....
Woojung muncul dari balik pintu. Dan itu membuat oppanya dan Myungsoo terkejut. Dia sangat cantik! Myungsoo kagum melihatnya.
“Eh, ada Myungsoo oppa. Annyeonghaseyo!” sapanya pada Myungsoo dengan sedikit membungkukkan badannya.
“Ne. Annyeonghaseyo!” dengan malu- malu, Myungsoo menjawab sapaan Woojung. Sementara itu, sang oppa bergantian memandangi wajah mereka berdua yang kini memerah kayak kepiting rebus!
“Ehem! Kapan jalannya nih?” tanya Woohyun.
“Ah, ayo kita jalan sekarang!” Myungsoo mempersilahkan Woohyun dan Woojung masuk ke dalam mobilnya.
“Oppa, oppa.... Kita mau kemana?” tanya Woojung pada oppanya yang galak #siapa lagi kalau bukan Woohyun. Hahaha!! *abaikan!
“Jangan cerewet lagi! Diam saja,” Woohyun jadi emosi deh! Apalagi kalau Woojung mulai banyak tanya seperti ini.
Myungsoo hanya tersenyum mendengar pertengkaran kedua kakak beradik ini. #jiaah!
(~^_^~)

“Ini. Habiskan es krimnya yah!” Woojung tersenyum ketika Myungsoo menawarkannya es krim.
“Ne, gomawo oppa.....” Myungsoo mengangguk.
Sedangkan Woohyun, kegirangan karena adiknya sudah dekat dengan Myungsoo, walaupun baru tadi malam bertemu! Tapi, dia tidak terlalu menunjukkannya sih. Takut merusak suasana. Walaupun galak, ternyata Woohyun oppa yang baik dan pengertian yah!
“Auh, aduh!” ujar Woohyun sambil memegangi perutnya.
“Oppa! Oppa kenapa?” tanya Woojung khawatir.
“Uh, perutku sakit! Kalian berdua tunggu di sini dulu yah. Aku akan mencari toilet di sekitar sini.....” Woohyun mengedipkan matanya sebelah, memberi isyarat pada Myungsoo. Lalu, ia pun pergi begitu saja.
“Hah! Woohyun oppa terlalu banyak makan sih!” ujar Woojung dan melipat kedua tangannya.
“Nam Woojung.......” panggil Myungsoo.
“Mwo? Kenapa oppa memanggil nama lengkapku? Panggil Woojung saja!” jawab Woojung dan menoleh ke arah Myungsoo.
“Eh... Ehm.... Eeeh.....” Myungsoo bicaranya udah nggak betul! Gini nih, kalo dia sudah gugup!
“Wae oppa? Apa kau juga sakit perut seperti Woohyun oppa?”
“Ani! Aku hanya.....”
“Hanya apa?”
“Boleh aku minta nomor teleponmu?” mata Woojung langsung berbentuk huruf ‘O’. Sumpah! Dia kaget banget! Apa dia sedang bermimpi? Myungsoo yang tampan ini meminta nomor teleponnya!
“Woojung?”
“Eh, mianhae. Aku sedikit kaget. Tentu saja boleh!” Woojung pun menyerahkan handphonenya pada Myungsoo. Selesai menyalin nomor Woojung, Myungsoo mengembalikan handphone itu pada pemiliknya.
“Gomawo....”
“Ne.. Cheonma!” keduanya pun tersenyum. Tak lama, Woohyun kembali.
“Ayo kita pulang!” wajahnya sudah tidak seperti tadi.
“Lama sekali kau!” ujar Woojung.
“Eh, maaf.... Aku kan sakit perut,” balas Woohyun berpura- pura. Padahal, dia tidak sakit perut sama sekali! Untung Woojung tidak tahu kalau oppanya berpura- pura sakit. Kalau tidak? Ah, Woojung bisa lebih kejam dari oppanya.
(~^_^~)

“Gomawo Woohyun. Kau sudah menemaniku jalan- jalan hari ini!” ujar Myungsoo.
“Cheonma,” balas Woohyun sambil mengacungkan jempolnya.
Lalu Myungsoo berbalik ke arah Woojung.
“Jeongmal gomawo Woojung. Mianhae, sudah merepotkanmu seharian ini...”
“Aaah, gwenchana. Aku tidak merasa kerepotan kok,” Myungsoo tersenyum mendengar jawaban Woojung yang sama sekali tidak merasa kerepotan karenanya.
“Baiklah, aku pulang sampai besok!” Myungsoo pamit pulang. Dia sempat menepuk bahu Woohyun dan mengedipkan matanya pada Woojung.
Deg...! Lagi- lagi Woojung kaget! Dia seperti mau pingsan! Ah, pokoknya dia tidak percaya. Seperti mimpi baginya, jika orang seperti Myungsoo meminta nomor telepon dan mengedipkan mata padanya.
Setelah Myungsoo benar- benar menghilang dari hadapan mereka, Woohyun menarik adiknya masuk ke dalam rumah.
“Oppa.......” panggil Woojung.
“Wae?”
“Tadi, Myungsoo meminta nomor handphoneku!” Woohyun berbalik. Tapi, dia tidak kaget sama sekali. Karena Myungsoo sudah ijin kepadanya, sebelum meminta nomor telepon Woojung.
“Lalu?” tanya Woohyun mengalihkan pandangannya.
“Eum..... Kira- kira untuk apa yah dia memintanya tadi?”
“Ya untuk menghubungimulah! Dasar babo!”
“Huh.. Kau selalu mengataiku bodoh!” Woojung mulai merajuk.
“Hahaha. Mianhae... Aku tidak bermaksud begitu,” balas Woohyun sambil mengacak- acak rambut adik tercintanya ini.
“Apa kau memberinya?” tanya Woohyun.
“Tentu saja! Aku tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini. Kapan lagi dia meminta nomor ponselku kalau bukan hari ini!”
“Kau tahu juga yah, kalo kesempatan itu tak datang dua kali,” Woohyun tersenyum lagi. Lalu, dia masuk ke kamarnya dan meninggalkan adiknya yang sedang kasmaran di depan tv.
(~^_^~)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar