Author: Atika
Cast:
- Kim Myungsoo [INFINITE]
- Nam Woohyun [INFINITE]
- Lee Sungjong [INFINITE]
- Nam Woojung [OC]
- Kim Hyun Ah [4MINUTE]
- Kim Taeyeon [GIRLS’ GENERATION]
Genre:
Romance, family and school life
Rating: T
"Annyeonghaseyo!! Aku balik lagi dengan
fanfiction 'Be mine for today, tomorrow and forever' PART 2. Cerita di part
2-nya emang agak panjang sih dari yang part 1. Tapi, aku harap reader nggak
bosen baca fanfictionku ini. ^__^
“Hei! Lekas bangun!” Woohyun membangunkan adiknya.
Mendengar suara oppanya, Woojung langsung terbangun. Dia sangat kaget!
“Hah! Oppa mengangguku tidurku saja!!” ujar Woojung
sambil kembali merebahkan dirinya di atas ranjang.
“Hei! Ayo bangun! Aku sudah membuatkan sarapan
untukmu?!” Woohyun pun berteriak tepat di telinga Woojung. Karena kesal, Woojung
melemparkan boneka yang ia peluk ke arah oppanya itu.
“Arrg! Sakit!” Woohyun memegangi hidungnya yang
abis kena lempar! Hahaha!!!
Woohyun pun bertambah kesal dan menarik paksa
adiknya menuju ke ruang makan. Woojung meringis kesakitan karena pergelangan
tangannya yang kurus ditarik oleh telapak tangan oppanya yang kekar!
“Apa kau bisa melepaskan tanganku???” kata Woojung
sambil memukul- mukul tangan Woohyun, kemudian ia menggigitnya.
“Aduh, sakit! Dasar kau ini..!!” Kletok!! Woohyun
pun membalas adiknya dengan sebuah jitakan. Woojung kembali meringis sambil
memegangi kepalanya yang sakit.
“Duduk! Makanlah sup itu!” Woojung mengerucutkan
bibirnya.
“Uh, kau pikir aku anak kecil yang diperlakukan
seperti ini?!” keluh Woojung pelan. Sepelan apapun ia berbicara, sang oppa
tetap saja masih bisa mendengarnya.
“Apa kau bilang tadi?”
“Eh, tidak! Aku tidak bilang apa- apa....”
“Benarkah? Sudahlah, habiskan sup itu,” suruh
Woohyun diikuti anggukan adiknya.
“Eum.... Enak sekali!” gumam Woojung dan segera menghabiskan
sup buatan oppanya.
(~^_^~)
Tok!! Tok!! Tok!!
“Woojung, apa kau di dalam?” tanya Woohyun.
Sudah berkali- kali Woohyun mengetuk pintu. Tapi,
adiknya tak juga membukanya. Bahkan, beberapa kali memanggilnya. Sang adik pun
tidak menjawabnya.
Krieeeekk........
Pintu itu pun terbuka dengan lebarnya.
“Wae oppa?” tanya Woojung.
“Aku akan keluar dengan Myungsoo. Kau berminat
untuk ikut?”
“Memangnya kemana?”
“Ah, kau ini cerewet sekali! Mau ikut atau tidak?”
Woohyun pun mengulangi tawarannya itu.
“Ish! Ne. Tunggu sebentar! Aku ikut!” Woojung pun
kembali menutup pintu kamarnya. Oppanya menunggu di luar dengan Myungsoo.
(~^_^~)
“Mana Woojung? Apa dia tidak ikut?” tanya Myungsoo.
“Dia ikut kok, kenapa kau menanyakannya?” tanya
Woohyun ingin tahu.
“Eh, emm. Tidak apa- apa,” seketika wajah Myungsoo
memerah. Ia menunduk sebentar dan tersenyum pada Woohyun. Sedangkan Woohyun
merasa aneh dengan sikap Myungsoo yang tiba- tiba menanyakan adiknya.
Kletok.... Kletok....
Woojung muncul dari balik pintu. Dan itu membuat
oppanya dan Myungsoo terkejut. Dia sangat cantik! Myungsoo kagum melihatnya.
“Eh, ada Myungsoo oppa. Annyeonghaseyo!” sapanya
pada Myungsoo dengan sedikit membungkukkan badannya.
“Ne. Annyeonghaseyo!” dengan malu- malu, Myungsoo
menjawab sapaan Woojung. Sementara itu, sang oppa bergantian memandangi wajah
mereka berdua yang kini memerah kayak kepiting rebus!
“Ehem! Kapan jalannya nih?” tanya Woohyun.
“Ah, ayo kita jalan sekarang!” Myungsoo
mempersilahkan Woohyun dan Woojung masuk ke dalam mobilnya.
“Oppa, oppa.... Kita mau kemana?” tanya Woojung
pada oppanya yang galak #siapa lagi kalau bukan Woohyun. Hahaha!! *abaikan!
“Jangan cerewet lagi! Diam saja,” Woohyun jadi
emosi deh! Apalagi kalau Woojung mulai banyak tanya seperti ini.
Myungsoo hanya tersenyum mendengar pertengkaran
kedua kakak beradik ini. #jiaah!
(~^_^~)
“Ini. Habiskan es krimnya yah!” Woojung tersenyum
ketika Myungsoo menawarkannya es krim.
“Ne, gomawo oppa.....” Myungsoo mengangguk.
Sedangkan Woohyun, kegirangan karena adiknya sudah
dekat dengan Myungsoo, walaupun baru tadi malam bertemu! Tapi, dia tidak
terlalu menunjukkannya sih. Takut merusak suasana. Walaupun galak, ternyata
Woohyun oppa yang baik dan pengertian yah!
“Auh, aduh!” ujar Woohyun sambil memegangi
perutnya.
“Oppa! Oppa kenapa?” tanya Woojung khawatir.
“Uh, perutku sakit! Kalian berdua tunggu di sini
dulu yah. Aku akan mencari toilet di sekitar sini.....” Woohyun mengedipkan
matanya sebelah, memberi isyarat pada Myungsoo. Lalu, ia pun pergi begitu saja.
“Hah! Woohyun oppa terlalu banyak makan sih!” ujar
Woojung dan melipat kedua tangannya.
“Nam Woojung.......” panggil Myungsoo.
“Mwo? Kenapa oppa memanggil nama lengkapku? Panggil
Woojung saja!” jawab Woojung dan menoleh ke arah Myungsoo.
“Eh... Ehm.... Eeeh.....” Myungsoo bicaranya udah
nggak betul! Gini nih, kalo dia sudah gugup!
“Wae oppa? Apa kau juga sakit perut seperti Woohyun
oppa?”
“Ani! Aku hanya.....”
“Hanya apa?”
“Boleh aku minta nomor teleponmu?” mata Woojung
langsung berbentuk huruf ‘O’. Sumpah! Dia kaget banget! Apa dia sedang
bermimpi? Myungsoo yang tampan ini meminta nomor teleponnya!
“Woojung?”
“Eh, mianhae. Aku sedikit kaget. Tentu saja boleh!”
Woojung pun menyerahkan handphonenya pada Myungsoo. Selesai menyalin nomor
Woojung, Myungsoo mengembalikan handphone itu pada pemiliknya.
“Gomawo....”
“Ne.. Cheonma!” keduanya pun tersenyum. Tak lama,
Woohyun kembali.
“Ayo kita pulang!” wajahnya sudah tidak seperti
tadi.
“Lama sekali kau!” ujar Woojung.
“Eh, maaf.... Aku kan sakit perut,” balas Woohyun
berpura- pura. Padahal, dia tidak sakit perut sama sekali! Untung Woojung tidak
tahu kalau oppanya berpura- pura sakit. Kalau tidak? Ah, Woojung bisa lebih
kejam dari oppanya.
(~^_^~)
“Gomawo Woohyun. Kau sudah menemaniku jalan- jalan
hari ini!” ujar Myungsoo.
“Cheonma,” balas Woohyun sambil mengacungkan
jempolnya.
Lalu Myungsoo berbalik ke arah Woojung.
“Jeongmal gomawo Woojung. Mianhae, sudah
merepotkanmu seharian ini...”
“Aaah, gwenchana. Aku tidak merasa kerepotan kok,”
Myungsoo tersenyum mendengar jawaban Woojung yang sama sekali tidak merasa
kerepotan karenanya.
“Baiklah, aku pulang sampai besok!” Myungsoo pamit
pulang. Dia sempat menepuk bahu Woohyun dan mengedipkan matanya pada Woojung.
Deg...! Lagi- lagi Woojung kaget! Dia seperti mau
pingsan! Ah, pokoknya dia tidak percaya. Seperti mimpi baginya, jika orang
seperti Myungsoo meminta nomor telepon dan mengedipkan mata padanya.
Setelah Myungsoo benar- benar menghilang dari
hadapan mereka, Woohyun menarik adiknya masuk ke dalam rumah.
“Oppa.......” panggil Woojung.
“Wae?”
“Tadi, Myungsoo meminta nomor handphoneku!” Woohyun
berbalik. Tapi, dia tidak kaget sama sekali. Karena Myungsoo sudah ijin
kepadanya, sebelum meminta nomor telepon Woojung.
“Lalu?” tanya Woohyun mengalihkan pandangannya.
“Eum..... Kira- kira untuk apa yah dia memintanya
tadi?”
“Ya untuk menghubungimulah! Dasar babo!”
“Huh.. Kau selalu mengataiku bodoh!” Woojung mulai
merajuk.
“Hahaha. Mianhae... Aku tidak bermaksud begitu,”
balas Woohyun sambil mengacak- acak rambut adik tercintanya ini.
“Apa kau memberinya?” tanya Woohyun.
“Tentu saja! Aku tidak mungkin menyia-nyiakan
kesempatan ini. Kapan lagi dia meminta nomor ponselku kalau bukan hari ini!”
“Kau tahu juga yah, kalo kesempatan itu tak datang
dua kali,” Woohyun tersenyum lagi. Lalu, dia masuk ke kamarnya dan meninggalkan
adiknya yang sedang kasmaran di depan tv.
(~^_^~)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar